PENGASUHAN ANAK OLEH WARGA BINAAN PEREMPUAN DI LEMBAGA PEMASYARAKATAAN KELAS II SUKAMISKIN KOTA BANDUNG
DOI:
https://doi.org/10.52423/welvaart.v6i2.89Keywords:
Pengasuhan Anak, Warga Binaan Perempuan, LapasAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pengasuhan anak yang dilakukan oleh warga binaan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II Sukamiskin Kota Bandung. Kondisi pengasuhan di dalam lembaga pemasyarakatan berbeda dengan kondisi pengasuhan di masyarakat umum karena adanya keterbatasan ruang, waktu, dan fasilitas. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari warga binaan perempuan yang mengasuh anak, petugas lapas, dan tenaga sosial yang terlibat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat berbagai keterbatasan, ibu binaan berusaha memenuhi peran pengasuhan secara emosional dan praktis, dengan dukungan terbatas dari lembaga. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pengasuhan di lapas memerlukan pendekatan berbasis kebutuhan anak serta dukungan yang lebih sistematis dari negara dan lembaga sosial.
References
Amindoni, A., & Ariyanti, A. (2019). Data Jumlah Narapidana Perempuan Dan Anak Bawaan Di Lapas Perempuan Kelas II Bandung. Laporan Dirjen Pemasyarakatan, Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.
Aulia, S., & Antory, R. (2020). Pemenuhan Pengasuhan Anak Narapidana Perempuan di Lapas Perempuan Bengkulu. Universitas Bengkulu.
BKKBN RI. (2018). Pedoman Pengasuhan Anak Usia Dini dalam Keluarga. Jakarta: BKKN Republik Indonesia.
Bornstein, M. H. (2001). Contemporary research on parenting: the case for nature and nurture. (M. H. Born). NJ: Erlbaum/Routledge.
Bruner, J. S. (1975). The Ontogenesis Of Speech Acts. Journal of Child Language, 2(1), 1–19..
Fitriani, L. (2015). Peran Pola Asuh Orang Tua Dalam Mengembangkan Kecerdasan Emosi Anak. Lentera: Jurnal Pendidikan Islam, 17(1).
Joseph, M. V., & John, J. (2008). Impact of parenting styles on child development. Global Academic Society Journal: Social Science Insight, 1(5), 16–25.
Komnas Perempuan. (2015). Laporan Situasi Perempuan Narapidana dan Tahanan di Indonesia. Komnas Perempuan.
Peraturan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor 72 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pendampingan Anak Yang Orang Tuanya di Lapas (Lembaga Pemasyarakatan).
Putrianti, N. (2007). Pola Asuh Orang Tua dalam Membentuk Kepribadian Anak. Jakarta: Rineka Cipta.
Saida, Ulya dan Poerwandari, Elizabeth Kristi. (2020). The Narrative of Women in Prison: Parenting Practices and the Concept of Mother in Incarcerated Women. Sawwa: Jurnal Studi Gender. 15(1): 75-100.
Subroto, Mitro dan Situmorang, Johanes. (2024). Pelayanan Kesehatan Narapidana Perempuan Berdasarkan Bangkok Rules di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan. Jurnal Pendidikan Tambusai. 8 (3). 4346-43051.
Surbakti. (2012). Psikologi Perkembangan Anak: Teori dan Praktik Pengasuhan. Jakarta: Prenadamedia Group.
United Nations. (2010). United Nations Rules for the Treatment of Women Prisoners and Non-custodial Measures for Women Offenders (the Bangkok Rules). United Nations.
Wahyuning, S. F. (2021). Pola Pengasuhan Anak oleh Narapidana Perempuan di Lapas Perempuan Kelas IIA Malang. Universitas Negeri Malang.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Lenny Meilany

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







