KONTESTASI AKSES DALAM FENOMENA “WAR TIKET HAJI” REGULER DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.52423/welvaart.v7i1.154Keywords:
Haji Reguler, Kontestasi Akses, War Tiket Haji, Wacana, Michel FoucaultAbstract
Fenomena war tiket haji reguler di Indonesia muncul sebagai konsekuensi dari tingginya jumlah pendaftar haji yang tidak sebanding dengan kuota keberangkatan yang tersedia. Dalam ruang publik, istilah tersebut tidak hanya merujuk pada kompetisi untuk memperoleh nomor porsi haji, tetapi juga merepresentasikan konstruksi wacana mengenai akses, peluang, dan keadilan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana wacana war tiket haji reguler dikonstruksikan serta bagaimana relasi kuasa bekerja dalam membentuk akses masyarakat terhadap layanan haji. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis wacana Michel Foucault yang berfokus pada hubungan antara pengetahuan (knowledge), kuasa (power), dan praktik sosial dalam produksi suatu wacana. Data penelitian diperoleh dari pemberitaan media daring, dokumen kebijakan penyelenggaraan haji, serta narasi yang berkembang di ruang publik terkait pendaftaran haji reguler. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wacana war tiket haji reguler diproduksi melalui interaksi antara regulasi negara, sistem kuota, teknologi pendaftaran, dan narasi publik yang membentuk cara masyarakat memahami akses terhadap ibadah haji. Melalui mekanisme tersebut, kuasa tidak beroperasi secara represif, melainkan secara produktif dengan menghasilkan kategori, aturan, dan praktik yang mengatur perilaku calon jamaah dalam memperoleh nomor porsi haji. Wacana ini sekaligus mereproduksi persepsi mengenai siapa yang dianggap memiliki peluang lebih besar untuk mengakses layanan haji dan siapa yang harus menghadapi hambatan dalam proses tersebut. Penelitian ini menunjukkan bahwa akses terhadap ibadah haji bukan semata-mata persoalan administratif, melainkan merupakan hasil konstruksi diskursif yang dipengaruhi oleh relasi kuasa dalam tata kelola penyelenggaraan haji di Indonesia. Temuan penelitian diharapkan dapat memperkaya kajian sosiologi agama dan studi kebijakan publik, khususnya dalam memahami praktik-praktik kuasa yang bekerja di balik distribusi akses layanan keagamaan.
References
Amirullah, S., Zaki, K., Islam, U., Fatmawati, N., & Bengkulu, S. (2025). Balance : Jurnal Akuntansi dan Manajemen Efektivitas Pengelolaan Kuota Haji Reguler oleh Kantor Wilayah. 4(2), 1380–1389.
Farhanah, N. (2016). Problematika Waiting List Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji Di Indonesia Nida Farhanah. 12, 57–80.
Halim, S., & Kurniawan, R. (2025). Pengaruh Kualitas Produk , Pelayanan , dan Daftar Tunggu terhadap Minat Pendaftaran Haji PDSB. 9–20.
Khan, T. H. (2021). Foucauldian Discourse Analysis : Moving Beyond a Social Constructionist Analytic. 20, 1–9. https://doi.org/10.1177/16094069211018009
Kurniawan, M. I. (2023). Penerapan Analisis Korelasi Spearman ’ s Rank pada Waiting List Jemaah Haji di Indonesia. 2(September), 83–94.
Martono, N. (2014). DOMINASI KEKUASAAN DALAM PENDIDIKAN : Tesis Bourdieu dan Foucault tentang Pendidikan. 8(1), 28–39.
Michel Foucault (sumber primer): The Archaeology of Knowledge (1972) dan Power/Knowledge (1980).
Merlins, R. R., Abdillah, H., Akbar, M., & Qhuraissy, A. (2026). Komodifikasi Spiritualitas : Tinjauan Marxis atas Praktik Ekonomi dalam Ibadah Haji. 6(1), 61–71.
Mudhoffir, A. M. (n.d.). Teori Kekuasaan Michel Foucault : Tantangan bagi Sosiologi Politik.
Putri, D. A. L., Purnamasari, F., & Malik, A. (2025). TERHADAP MINAT HAJI DENGAN RELIGIUSITAS SEBAGAI VARIABEL MODERATING. 8(November), 451–462.
Suaib, M. R. (2008). Peranan Kementrian Agama Dalam Penyelenggaraan Ibadah Haji Di Kota Sorong. 18–28.
Wahyudin, Y., Hendra, T., & Abdullah, M. (2024). Analisis Program Undangan Khodim Al-Haromain Al-Syarifain Mengenai Pelaksanaan Ibadah Haji Dan Umrah. Jurnal Al Ashriyyah, 10(1), 123–134.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rety Reka Merlins, Bunga Kartika, Siti Nurhayati, Nur Azizah, Rosikah, Astin

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







