HOUSEHOLD LIVELIHOOD SECURITY (HLS) PADA RUMAH TANGGA NELAYAN DALAM MENGHADAPI RISIKO AKTIVITAS PERTAMBANGAN DI DESA WAWATU PROVINSI SULAWESI TENGGARA
DOI:
https://doi.org/10.52423/welvaart.v7i1.152Keywords:
Household Livelihood Security, Rumah Tangga Nelayan, Pertambangan, Strategi Penghidupan, Desa WawatuAbstract
Penelitian ini membahas kondisi household livelihood security pada rumah tangga nelayan di Desa Wawatu dalam menghadapi risiko aktivitas pertambangan. Bagi rumah tangga nelayan, perubahan kondisi laut tidak hanya berdampak pada hasil tangkapan, tetapi juga pada pendapatan, biaya melaut, dan kemampuan keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari rumah tangga nelayan, tokoh masyarakat, dan pemerintah desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tangga nelayan menghadapi hambatan lingkungan dan sumber daya, hambatan ekonomi rumah tangga, serta hambatan sosial dan kelembagaan. Hambatan tersebut terlihat dari berkurangnya hasil tangkapan, keruhnya air laut, perubahan wilayah tangkap, meningkatnya biaya operasional, pendapatan yang tidak stabil, keterbatasan modal dan alat tangkap, serta terbatasnya keterlibatan nelayan dalam pengambilan keputusan. Untuk bertahan, rumah tangga nelayan melakukan strategi saat melaut dan strategi di darat. Strategi tersebut dilakukan dengan melaut lebih jauh, menyesuaikan waktu melaut, menggunakan alat tangkap yang tersedia, mencari pekerjaan tambahan, mengolah hasil tangkapan, meminjam uang, serta memanfaatkan bantuan keluarga dan jaringan sosial. Temuan ini menunjukkan bahwa keamanan penghidupan rumah tangga nelayan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan pesisir, akses terhadap sumber daya, aset rumah tangga, dan strategi yang mampu dilakukan keluarga.
References
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara. (2025). Produk Domestik Regional Bruto Provinsi Sulawesi Tenggara Menurut Lapangan Usaha 2020–2024. Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara.
Badan Pusat Statistik. (2024). Direktori Perusahaan Pertambangan Provinsi Sulawesi Tenggara 2024. Badan Pusat Statistik.
Badan Pusat Statistik. (2025). Kecamatan Moramo Utara dalam Angka 2025. Badan Pusat Statistik.
Bryman, A. (2012). Social Research Methods. Oxford University Press.
CARE International UK. (1999). Household Livelihood Security Assessment: A Toolkit for Practitioners. CARE International.
Chambers, R., & Conway, G. (1992). Sustainable Rural Livelihoods: Practical Concepts for the 21st Century. Institute of Development Studies.
Creswell, J. W. (2016). Research Design: Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif, dan Campuran. Pustaka Pelajar.
DFID. (1999). Sustainable Livelihoods Guidance Sheets. Department for International Development.
Febriyanti, Salzah., Peribadi.,dan Jabar, Aryuni Salpiana. (2026). Dampak Aktivitas Pertambangan Nikel Terhadap Transformasi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Roko – Roko, Kecamatan Wawonii Tenggara, Kabupaten Konawe Kepulauan. Jurnal Transformasi Sosial Nusantara. 1(1). 1-10. https://doi.org/10.66504/q31bds41
Frankenberger, T. R., Drinkwater, M., & Maxwell, D. (2000). Operationalizing Household Livelihood Security: A Holistic Approach for Addressing Poverty and Vulnerability. CARE.
Neuman, W. L. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches. Pearson.
Oju, N., Asgar, S., Namotemo, U. H., Pemerintahan, J. K., & Utara, T. U. M. (2024). Aspek Hukum Pertambangan Ilegal dan Dampaknya terhadap Kelestarian Fungsi Lingkungan Hidup Studi Desa Roko Kecamatan Galela Barat. Doktrin: Jurnal Dunia Ilmu Hukum dan Politik. 2(4). 61–175. https://doi.org/10.59581/doktrin.v2i4.4721
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Kartika Nurfadila

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







