PERUBAHAN PERILAKU SADAR LINGKUNGAN PESERTA GERAKAN MEMUNGUT SEHELAI SAMPAH SUNGAI KARANG MUMUS
DOI:
https://doi.org/10.52423/welvaart.v7i1.145Keywords:
Kesadaran Lingkungan, Transtheorical Model, Gerakan Sosial, Sungai Karang MumusAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami proses perubahan perilaku sadar lingkungan peserta Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS-SKM) di Kota Samarinda. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara mendalam dan observasi partisipan. Analisis berdasarkan kerangka kerja Transtheorical Model (TTM) menunjukkan perubahan perilaku para peserta terjadi secara perlahan melalui enam tahapan. Tahap pertama yaitu pra-kontemplasi terlihat ketika dahulu para peserta beranggapan bahwa kebiasaaan membuang sampai di sungai merupakan hal yang wajar. Kemudian, tahap perenungan mulai terjadi ketika muncul kesadaran lingkungan tapi belum melakukan aksi nyata. Tahap persiapan ditandai dengan adanya niat untuk berubah dan mulai mengikuti kegiatan GMSS-SKM. Tahap aksi terlihat melalui keterlibatan aktif para peserta di setiap kegiatan. Tahap pemeliharaan terjadi ketika perilaku sadar lingkungan telah mengakar dan menjadi kebiasaan. Terakhir, tahap pemantapan yang menunjukkan perilaku sadar lingkungan telah menjadi jati diri para peserta. Penelitian ini menyarankan program kolaborasi antara pemerintah dengan gerakan lingkungan dalam mengubah perilaku sadar lingkungan masyarakat di sepanjang bantaran Sungai Karang Mumus.
References
Afifah, M. N., Hidayat, D., & Musa, S. (2023). Partisipasi Masyarakat Dalam Penyelenggaraan Program Pendidikan Masyarakat Di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Tim Suara Masyarakat Dawuan Cikampek. Jurnal Eksistensi Pendidikan Luar Sekolah (E-Plus), 8(1). https://doi.org/10.30870/e-plus.v8i1.22440
Anggraeni, A. L., & Nurazijah, Z. A. (2025). Peran Organisasi Kepemudaan dalam Meningkatkan Kesadaran Konservasi Untuk Kelestarian Lingkungan Berkelanjutan. In W. Alfiatun (Ed.), Jejak Manusia dan Krisis Ekologi (p. 150). Langgam Pustaka.
Candra, S. (2017). Strategi Komunitas Backpacker Sidoarjo (Kbs) dalam Menumbuhkan Sikap Peduli Lingkungan Pada Anggotanya. Kajian Moral Dan Kewarganegaraan, 5(2), 115–129. https://doi.org/doi.org/10.26740/kmkn.v5n02.p%25p
Clear, J. (2018). Atomic habits : an easy & proven way to build good habits & break bad ones. Avery.
Covey, S. R. (2004). The 7 Habits of Highly Effective People: Powerful Lessons in Personal Change. Free Press, Simon & Schuster.
Destrian, O., Nuryanto, Y., & Sudarna, S. (2025). Dinamika Komunikasi Digital Dalam Advokasi Kesehatan Lingkungan: Studi Kasus Serlok Bantaran Cikapundung. Jurnal Common, 9(1), 43–56. https://doi.org/10.34010/js8ayk93
Frianda, V., Hairunnisa, & Ghufron. (2018). Strategi Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Memungut Sehelai Sampah (Lsm Gmss) Dalam Mengkampanyekanlarangan Membuang Sampah di Sungai Karang Mumus Samarinda. EJournal Ilmu Komunikasi, 6(2), 43–57.
Goodwin, J., & Jasper, J. M. (2006). Emotions and Social Movements. In Handbook of the Sociology of Emotions (pp. 611–635). Springer US. https://doi.org/10.1007/978-0-387-30715-2_27
Hamdhani, H., Abdunnur, A., Saputri, D., & Eppehimer, D. E. (2025). Presence of microplastics in surface waters and sediments of urban tropical river: A case study in the Karang Mumus River along Samarinda City, Indonesia. Ecological Engineering & Environmental Technology, 26(2), 96–108. https://doi.org/10.12912/27197050/196801
Ingrid Shintia Arsy, Karim Suryadi, & Syaifullah, S. (2025). Implementasi Gerakan Sosial Pandawara Group dan Dampaknya terhadap Kepedulian Lingkungan Masyarakat. CARONG: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 2(3), 279–286. https://doi.org/10.62710/7ggtvv39
Khaerani, T. R., & Bulkis, M. (2022). Pengelolaan Lingkungan Hidup Berbasis Masyarakat Melalui Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus. International Journal of Community Service Learning, 6(4), 410–419. https://doi.org/10.23887/ijcsl.v6i4.50092
Kollmuss, A., & Agyeman, J. (2002). Mind the gap: Why do people act environmentally and what are the barriers to pro-environmental behavior? Environmental Education Research, 8(3), 239–260.
Kusnadi, Y., & Novianti, N. (2024). Penggunaan Media Sosial Dalam Pemberdayaan Masyarakat Terkait Isu Lingkungan Dengan Metode Analytical Hierarchy Process. Jurnal Komputer Antartika, 2(1), 35–41. https://doi.org/10.70052/jka.v2i1.253
Lubbil, M. lubbil khobir, & Solchan Ghozali. (2024). Optimalisasi Peran Pemuda Dalam Pengelolaan Sampah Melalui Program Bank Sampah Di Dusun Babat Desa Randupitu. Bisma: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 296–301. https://doi.org/10.61159/bisma.v2i2.337
Nugroho, H., Hardi, E. H., Hamdani, H., Duma, K., Masruhim, M. A., Harihanto, H., & Pagoray, H. (2025). Investigating Water Qualities of Karang Mumus River: Is It Secure to be Used by Populations? (pp. 500–512). https://doi.org/10.2991/978-94-6463-732-8_45
Pramaningsih, V., Suprayogi, S., & Purnama, I. L. S. (2018). Analisis Kualitas Air Sungai Dengan Pemodelan dan Strategi Pengendalian Pencemaran Sungai (Studi Kasus Sungai Karang Mumus, Samarinda). Universitas Gadjah Mada.
Pramaningsih, V., Suprayogi, S., & Purnama, I. L. S. (2019). Spatial Distribution of Fecal Coliform Pollution in Karang Mumus River, Samarinda, East Kalimantan, Indonesia. Environmental Innovations: Advances in Engineering, Technology and Management, 443–451.
Pramaningsih, V., Yuliawati, R., Sukisman, S., Hansen, H., Suhelmi, R., & Daramusseng, A. (2023). Indek Kualitas Air dan Dampak terhadap Kesehatan Masyarakat Sekitar Sungai Karang Mumus, Samarinda. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 22(3), 313–319. https://doi.org/10.14710/jkli.22.3.313-319
Pratama, A. (2025). Strategi Kampanye Digital Facebook: Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus Samarinda. Jurnal Education and Development, 13(1), 127–131. https://doi.org/10.37081/ed.v13i1.6042
Prochaska, J. O., & DiClemente, C. C. (1994). The Transtheoretical Approach: Crossing Traditional Boundaries of Therapy. Krieger Publishing Company.
Rahman, N., Erwiantono, & Sabiruddin. (2021). Strategi Komunikasi Lingkungan Untuk Pengelolaan Sungai Karang Mumus Kota Samarinda Oleh Balai Wilayah Sungai (Bws) Kalimantan III Dalam Perspektif Pembangunan Berkelanjutan. EJournal Llmu Komunikasi, 9(9), 111–122.
Ramdani, R., Yuliana, I., Alpiansah, R., Agus Pratama, A., & Dewi, P. (2024). Discussion on Radio: Peran Generasi Muda dalam Menjaga Lingkungan. JILPI : Jurnal Ilmiah Pengabdian Dan Inovasi, 2(4), 719–728. https://doi.org/10.57248/jilpi.v2i4.392
Rizky Adam, M. R., & Arihta, J. (2024). Factors Influencing The Intention to Donate on The Crowdfunding Platform: A Case Study of Kitabisa.Com. AKSELERASI: Jurnal Ilmiah Nasional, 6(2), 45–63.
Shabrina, A., Nuraini, K., & Naufal, A. (2023). Strategi Kampanye Kebersihan Lingkungan Oleh Pandawara Group Melalui Media Tiktok. Prosiding Seminar Nasional, 1544–1556.
Sudiran, F. L. (2005). Instrumen Sosial Masyarakat Karangmumus Kota Samarinda Dalam Penanganan Sampah Domestik. Makara Human Behavior Studies in Asia, 9(1), 16. https://doi.org/10.7454/mssh.v9i1.108
Wahyudi, A., & Hidayah, K. (2022). Citizens’ Initiative to Cope with The Environmental Problem in Samarinda, Indonesia. Policy & Governance Review, 6(2), 141. https://doi.org/10.30589/pgr.v6i2.540
Wesley Schultz, P. (2001). The Structure of Environmental Concern: Concern for Self, Other People, and The Biosphere. Journal of Environmental Psychology, 21(4), 327–339. https://doi.org/10.1006/jevp.2001.0227
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Astrid Yolanda, Ian Tubangsa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







