EMBEDDEDNES EKONOMI DALAM RUANG SAKRAL: KONSTRUKSI SOSIAL DAN JARINGAN KEPERCAYAAN PADA FENOMENA HAJI FURODA DI INDONESIA
DOI:
https://doi.org/10.52423/welvaart.v7i1.144Keywords:
Embeddedness, Sosiologi Ekonomi, Haji FurodaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis fenomena ibadah Haji Furoda di Indonesia sebagai praktik ekonomi yang melekat (Embedded) dalam jaringan sosial dan konstruksi kepercayaan diruang sacral. Ditengah menguatnya kapitalisme religious, ibadah haji tidak lagi semata dipahami sebagai praktik spiritual, melainkan juga sebagai arena pertukaran ekonomi yang kompleks. Haji Furoda, sebagai jalur non kuota regular, menghadirkan dinamika ketidakpastian legalitas, risiko keberangkatan, serta tingginya biaya, sehingga menjadikan kepercayaan (trust) dan jejaring sosial sebagai modal utama dalam proses transaksinya. Dengan menggunakan perspektif Ebeddedness dari mark Granovetter, penelitian ini menolak pandangan ekonomi yang memisahkan Tindakan pasar dari konteks sosialnya. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memotret bagaimana relasi personal, reputasi dan otoritas religious serta kedekatan sosial berperan dalam membentuk legitimasi serta mengurangi risiko dalam praktik Haji Furoda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transaksi Haji Furoda tidak berjalan semata berdasarkan mekanisme penawaran dan permintaan, tetapi ditopang oleh jaringan kepercayaan yang terbangun melalui relasi sosial, symbol religious, serta distribusi informasi informal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ruang sacral tidak steril dari logika pasar, melainkan menjadi arena dimana nilai spiritual dan nilai ekonomi saling berkelindan. Dengan demikian, studi ini berkontribusi dalam memperluas kajian sosiologi agama, khususnya dalam memahami bagaimana Tindakan ekonomi dalam praktik keagamaan dikonstruksi dan dilegitimasi melalui keterlekatan sosial di Indonesia.
References
Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using Thematic Analysis In Psychology. Qualitative Research In Psychology, 3(2), 77–101.
De Wildt, K., Hoondert, M., & van der Beek, S. (2022). Sacred places in a digital world: Global perspectives on religiosity and space. Bloomsbury Academic.
Farida, A. (2019). Penanganan Penyelengaraan Haji Furoda (Studi Kasus Dua Kota Di Jawa Barat). Jurnal Penamas, 32(I), 635–654.
Fajri, M. N. (2024). The political economy of pilgrimage: Hajj Furoda and the new religious market in Southeast Asia. Oxford University Press.
Fauzi, A., Rahmawati, I., & Setiawan, B. (2025). Transformasi modal finansial menjadi modal spiritual: Studi fenomenologi jamaah Haji Furoda. Jurnal Sosiologi Kontemporer, 12(1), 88–105. https://doi.org/10.22146/jsk.v12i1.9421
Hidayat, R., & Syarif, M. (2024). Neoliberalisme dalam ruang sakral: Analisis ekonomi politik haji non-kuota di Indonesia. Indonesian Journal of Religion and Society, 6(2), 142–159. https://doi.org/10.36256/ijrs.v6i2.482
Knotter, A. (2023). Religion, space, and the city: Global perspectives on the sacred in urban life. Routledge.
Maddrell, A., Scriven, R., & McNally, S. (2024). Sacred spaces, places, and routes: International perspectives on pilgrimage and religious tourism. Taylor & Francis.
Merlins, R., Nur, H., & Nurhayati, S. (2025). KOMODIFIKASI AGAMA DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI EKONOMI ; ( STUDI KASUS HAJI FURODA ). 8(3), 1759–1767.
Musthofa, Arizqi, A., Muna Shalihah, N., & Tinggi Agama Islam Darunnajah Bogor, S. (2023). Model Sosiologi Ekonomi dalam Perspektif Al-Qur’an. Al-Tadabbur: Jurnal Ilmu Al-Qur’an Dan Tafsir, 8(01), 1. https://doi.org/10.30868/at.v8i0
Muzakki, A., & Rohman, F. (2023). Market piety and the quest for spiritual authenticity: The rise of premium pilgrimage services. Journal of Islamic Marketing, 14(4), 1120–1138. https://doi.org/10.1108/JIMA-08-2022-0245
Plevoets, B., & Van Cleempoel, K. (2021). Adaptive reuse of sacred heritage: Theoretical and practical perspectives. Springer Nature.
Pribadi, Y. (2024). The commodification of the holy journey: Hajj, class identity, and religious authority in contemporary Indonesia. Asian Journal of Social Science, 52(3), 201–215. https://doi.org/10.1016/j.ajss.2024.01.004
Rahman, A., & Hidayat, T. (2023). Relasi kelas dan kesalehan: Analisis sosiologis jamaah haji non-kuota di Indonesia. Jurnal Sosiologi Agama, 17(1), 45–62. https://doi.org/10.14421/jsa.2023.171-03
Ritonga, S., & Ida Nadirah. (2022). Penyelesaian Sengketa Wanprestasi Oleh Travel Umroh Atas Jamaah Haji Furoda/Umroh Di Indonesia. Jurnal Moralita : Jurnal Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 3(2), 62–74. https://doi.org/10.36985/jurnalmoralita.v3i2.550
Saputra, R. (2025). Diplomasi dalam koper: Jaringan agen travel dan otoritas visa mujamalah. Pustaka Kontemporer.
Sumarti, T. (2007). Sosiologi Kepentingan (Interest) dalam Tindakan Ekonomi. Sodality: Jurnal Sosiologi Pedesaan, 1(2), 283–293. https://doi.org/10.22500/sodality.v1i2.5925
Tweed, T. A. (2021). Religion, space, and the body: A theory of religious practice. Princeton University Press.
Vasu, A. (2022). Materiality and the sacred: The social embeddedness of religious architecture in contemporary society. Journal of Urban Rituals, 15(2), 112–129. https://doi.org/10.1017/jur.2022.45
Zuhdi, M., & Hakim, L. (2026). Navigating the global sacred market: Furoda hajj and the reconfiguration of religious identity. Global Islam and Urban Anthropology, 8(1), 45–63. https://doi.org/10.1017/giua.2026.12
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rety Reka Merlins, Muammar Akbar Al Qhuraissy, Rosdiana, Hasyim Abdillah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







